Manyōshū

Manyōshū (secara harafiah dapat diartikan sebagai kumpulan 10.000 daun) adalah kumpulan puisi Jepang yang paling tua dan merupakan salah satu karya kesusastraan klasik Jepang berbentuk kumpulan pantun-pantun lama. Manyōshū dikumpulkan pada jaman Nara dan awal periode Heian. Hampir semua dikumpulkan oleh Otomo no Yakamochi, dan puisi yang paling akhir dikumpulkan adalah puisi dari tahun 759. Sebagian besar Manyōshū menceritakan tentang keadaan periode tahun 600 sampai 759, dan di dalamnya terdapat Kayō maupun Waka yang tidak bersifat Kayō, dan juga Kanbunshi (syair Cina).

 

Manyōshū memiliki 3 bagian utama, yaitu:

  1. Banka : Puisi berupa elegi terhadap kaisar atau kekasih yang sudah meninggal.
  2. Sōmon : Puisi tentang cinta dan kerinduan.
  3. Zōka : Puisi biasa (tentang alam, berburu, dan lain-lain).

 

Manyōshū ditulis menggunakan manyōgana. Selain itu, Manyōshū memiliki keunikan tersendiri, yaitu kumpulan puisi yang terdapat di dalamnya ditulis oleh orang-orang dari berbagai status sosial yang berbeda, sehingga penggunaan dan pemilihan bahasanya menjadi beragam. Namun hal itu justru menarik perhatian para pembaca dan menimbulkan perasaan sentimentil yang kuat bagi pembaca. Bentuk pengekspresian puisi-puisi Manyōshū adalah Makoto (kebenaran dan ketulusan penyair).

 

Manyōshū menggunakan sistem ejaan yang hampir sepenuhnya bertentangan dengan aturan dasar karakter Cina (arti dan suara). Mungkin hal itu yang menyebabkan Manyōshū tidak diproduksi di Jepang selama periode Nara. Selain itu, perkembangan puisi Cina sebagai simbol pencapaian kesusastraan di kalangan bangsawan, mungkin juga termasuk salah satu faktor yang menghambat perkembangan kesusastraan Jepang setelah Manyōshū.

 

Manyōshū dibagi menjadi 4 periode:

  1. Periode pertama, yaitu pada masa prasejarah / legenda – Yuryaku (456-479), Yōmei (585-587, Saimei (594-661), Tenji (668-671).
  2. Periode kedua, yaitu akhir abad ke-7 – bersamaan dengan munculnya popularitas Kakinomoto no Hitomaro, penyair Jepang yang terbesar.
  3. Periode ketiga, antara tahun 700-730 – muncul penyair-penyair seperti Yamanbe no Akahito, Otomo no Tabito, Yamanoue no Okura, dan Abe no Nakamaro.
  4. Periode keempat, antara tahun 730-760 – termasuk karya penyair besar terakhir di dalam Manyōshū, yaitu Otomo no Yakamochi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s