Kojiki

Kojiki adalah karya sastra yang dihasilkan pada jaman Joodai (Joodai Bungaku) dan dapat dikatakan karya sastra tertua di Jepang. Pada jaman ini, penceritaan sastra hanya mengandalkan media dari mulut ke mulut, karena saat itu Jepang belum mengenal huruf. Kesusastraan yang disampaikan melalui mulut ke mulut ini disebut Koosoo Bungaku. Karena  penyampaiannya secara lisan, maka Kooshoo Bungaku sering tidak stabil dan berubah-ubah. Akhirnya setelah tulisan Kanji digunakan di Jepang, pengaruh Kooshoo Bungaku mulai berkurang dan kesadaran individu mulai muncul.

Seiring dengan timbulnya kesadaran individu, sifat tidak stabil dalam Kooshoo Bungaku pun mulai hilang. Hal ini terlihat dalam beberapa Kooshoo Bungaku yang telah tertulis seperti dalam Kojiki, Nihon shoki, dan Fudeki. Kojiki adalah novel yang menandai berakhirnya Kooshoo Bungaku dan juga merupakan karya sastra pertama yang ditulis dengan Kanji.

Kojiki dan Nihon shoki disusun oleh perintah Tenmu Tennou (673-686). Penulisan Kojiki diteruskan oleh tiga kaisar setelahnya pada tahun 712.

Adapun yang membedakan antara Kojiki dan Nihon Shoki, yaitu dalam kojiki penyampaiannya lebih bersifat subjektif, bahasa lebih hidup, dan lebih bercorak sastra. Karena ciri-ciri tersebut kojiki tidak dianggap sebagai sejarah resmi, sedangkan nihon shoki dianggap sebagai kumpulan sejarah resmi karena sifatnya yang lebih objektif.

Karena pada saat itu Jepang belum mempunyai huruf (katakana dan hiragana), sehingga kojiki ditulis memakai huruf kanji, tetapi bahasanya tetap menggunakan bahasa Jepang. Karakter-karakter huruf Kanji hanya diambil bunyinya saja dan bahasa tidak mengalami perubahan. Cara penulisan ini disebut manyougana. Kojiki juga merupakan salah satu dari dua sumber agama Shinto.

Secara garis besar kojiki menceritakan tentang asal-usul alam semesta, terbentuknya daratan, lahirnya dewa-dewi, terjadinya negara Jepang, dan keagungan keluarga kaisar. Buku ini ditulis pada masa kaisar memiliki kekuasaan mutlak, sehingga jalan ceritanya pun disusun sedemikian rupa untuk membuktikan kepada rakyat betapa besar dan mulianya keluarga kaisar. Beberapa petikan dari cerita-cerita kojiki ini menceritakan bahwa keluarga kaisar selalu dihormati dan diagungkan sejak terbentuknya alam semesta.

Dalam kojiki terdapat Sinwa di bagian pendahuluan, Densetsu yang terletak di bagian kedua dan ketiga dimana menceritakan kekuasaan kaisar Jinmu, dan Setsuwa, tetapi setsuwa hanya sedikit ditampilkan pada kojiki. Selain itu juga terdapat Kayoo yang merupakan nyanyian. Dalam kojiki nyanyian peperangan dan percintaan sangat mencolok, salah satunya adalah pantun yang menceritakan kemenangan Jinmu Tennou

Kojiki terdiri dari tiga bagian utama, yaitu:

  1. Kamitsumaki (pendahuluan). Kamitsumaki dapat diartikan sebagai kitab dari Tuhan Yang Maha Besar. Bagian ini menceritakan tentang penciptaan bumi dan surga serta mitos-mitos tentang asal muasal terbentuknya negara Jepang. Mitos ini menceritakan tentang turunnya Ninigi no Mikoto dari surga ke dunia yaitu di gunung Takachihonomine di Kyushu. Ninigi no mikoto merupakan cucu dari Amaterasu omikami. Mitos yang lain adalah kisah tentang Umiachihiko yang merupakan penguasa dari wilayah Kyushu bagian tenggara. Umiachihiko adalah orang kepercayaan Hohodemi no mikoto, yang merupakan kakek dari Jinmu Tennou.
  2. Nakatsumaki (isi). Pada bagian ini berisi tentang periode kekuasaan Jinmu Tennou, dan kaisar Oojin yang dimulai di abad ke 5, dan mengisahkan cerita-cerita yang lain. Pada bagian ini juga tercantum nama-nama kaisar ke 2 sampai yang ke 15.
  3. Shimutsumaki (penutup). Pada bagian ini menceritakan pemerintahan pada masa kaisar Nintoku sampai pada pemerintahan Suiko pada awal abad ke 7. Di bagian akhir novel ini juga dicantumkan kaisar ke 16 sampai kaisar ke 33. Diceritakan juga bahwa di jaman ini interaksi antara manusia dengan dewa sudah sangat terbatas tidak seperti yang diceritakan dalam bagian 2 dan 3, dimana Tuhan atau Dewa sangat diagungkan. Sangat disayangkan juga karena pada bagian ini cerita tentang kaisar ke 24 sampai 33 lenyap tanpa alasan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s