Surat Gatot Mangkoepradja

Dipersembahkan

Kehadapan Padoeka Jang Moelja

Toean GUNSEIKAN

Jang bersemajam di

D j a k a r t a

 

Dengan segala hormat,

Hamba, seorang Indonesia, bernama RADEN GATOT MANGKOEPRADJA, lahir di Soemedang pada tg. 15 Juni-Gatsu 2559, sekarang tinggal di Kampoeng Bihboel, Tjiandjoer.

Mempersembahkan, sepoetjoek soerat ini kehadapan Padoeka Jang Moelja, disertai dengan permoehoenan ma’af terlebih dahoeloe oleh karena Hamba telah memberanikan diri oentoek mempersembahkan ini adanja.

Bahwa Hamba pertama hendak menghatoerkan beriboe-riboe terima kasih kehadapan Padoeka Toean, oleh karena Kebidjaksanaan dan Ketangkasan Balatentara Dai Nippon, Rakjat Indonesia moelai sadar dan insjaf. Begitoe poela Rakjat Indonesia sekarang soedah insjaf dan soedah hidoep semangatnja oentoek bekerdja memperkoeat Garis Belakang dari Perang Asia Timoer Raya ini.

Bahwa Hamba sampai mengharapkan, jang bangsa Indonesia bukan sadja tinggal dibelakang dan memperkoeat Garis Belakang, akan tetapi djoega toeroet terdjun ke Medan Perang, ikoet melawan dan meroentoehkan kekoeasaan Inggeris, Amerika dan sekoetoenja.

 

Bahwa boleh djadi pada masa sekarang bangsa Indonesia tentoe beloem tjoekoep tjerdas dan tangkas oentoek bertempoer di Garis Moeka, akan tetapi Hamba pertjaja dan jakin, bahwa dibawah Pimpinan Balatentara Dai Nippon, bangsa Indonesia tentoe akan tjakap mendjaga dan membela Poelau Djawa.

Bahwa sekarang menoeroet penglihatan Hamba Semangat oentoek menggerakkan diri dalam satoe ,,Barisan Pembela’ soedah timboel didalam hati sanoebari bangsa Indonesia.

Bahwa Semangat ini dibawah pemeliharaan dari Pemerintah Balatentara Dai Nippon, tentoe akan hidoep.

Bahwa, keinginan Hamba ini ada disebabkan hal-hal sebagaimana dengan singkat dipersembahkan di bawah ini:

P e r t a m a : Selama tigaratoes limapoeloeh tahoen kebelakang maka segala kemaoean dan segala oesaha bangsa Indonesia telah sia-sia belaka, karena angkara moerkanja tjara Pendjadjahan oleh negeri Belanda, dan oleh karena Itoe maka segala Semangat dan Kemaoeannja mendjadi mati terbenam.

K e d o e a : Karena angkara moerkanja Pemerintah Belanda di Indonesia, lagi poela kerena nafsoenja Imperialisme Bangsa-bangsa Barat, jang memakainja kekoeasaan Pemerintah Belanda di Indonesia, maka Bangsa Indonesia soedah djatoeh kedalam djoerang jang terbawah sekali, dan mendjadikan Rakjat miskin rezekinja, miskin boedi dan pekertinja.

 

Bahwa djikalau tindakan ini tidak dipatahkan sama sekali, mungkin mereka akan menerkam poela negeri-negeri di Asia Timoer Raya.

Bahwa, oleh karena itoe tiap-tiap bangsa dan Negeri jang oleh karena Kekoeatan dan Ketangkasan Balatentara Dai Nippon soedah terlepas dari tjengkeraman Inggeris dan Amerika dan sekoetoenja, wajib insjaf, bahwa ia tidak boleh hanja tinggal menjoesoen kehidoepan sendiri sadja, hanja mendjadi penonton sadja, dan hanja maoe dibela sadja. Akan tetapi, tiap-tiap Bangsa itoe, haroes insjaf bahwa ia sendiri haroes terdjun kedalam Medan Peperangan, membela Tanah Airnja, membela Keselamatan Asia Timoer Raya.

Hamba poen berkejakinan, bahwa, sebagaimana tadi telah dipersembahkan diatas, sekarang Bangsa Indonesia beloem ada ketjakapan dan ketangkasan boeat toeroet berdjoeang di Garis Moeka Medan Perang. Akan tetapi Hamba jakin dan pertjaja, bahwa dengan Pimpinan Balatentara Dai Nippon, Bangsa Indonesia bisa memperlihatkan ketjakapan dan ketangkasan oentoek mendjaga dan membela Poelau Djawa.

Oleh karena itoe, maka Hamba sangat bermoehoen kehadapan Padoeka Toean Jang Moelja, soedi apalah kiranja Padoeka mempertimbangkan oentoek memberi kesempatan kepada Hamba, oentoek menggerakkan satoe Barisan Pembela dari Bangsa Indonesia di Poelau Djawa, jang sanggoep dengan sesoenggoehnya boeat membela Poelau Djawa dibawah Pimpinan Balatentara Dai Nippon, dan jang setiap waktoe siap mengorbankan segala-galanja oentoek kepentingan bersama itoe, dan kemoedian siap djoega oentoek melawan dan menghantjoerkan kekoeatan dan kekoeasaan Inggeris dan Amerika.

Bahwa Hamba sendiri berdjandji sanggoep mengorbankan segala Tenaga, Pikiran dan Djiwa kepada Pemerintah Dai Nippon, dan sanggoep mendjalankan kewadjiban sebagaimana moestinja oentoek keselamatan Poelau Djawa dan pendoedoeknja.

Bahwa, menoeroet Sabda Padoeka Jang Moelja Toean Djenderal TOZYO jg, mendjadi Perdana Menteri Negeri Dai Nippon sebagaimana djoega telah disembarkan kepada Rakjat Indonesia oleh Padoeka Jang Moelja SAIKOO SIKI KAN dan oleh Jang Moelja Toean GUNSEIKAN, kepada rakjat Indonesia akan dan sedang diberi kesempatan boeat toeroet tjampoer dalam oeroesan Pemerintah Negeri disini.

Bahwa, menoeroet pertimbangan Hamba, Rakjat Indonesia, djikalau betoel sesoenggoehnja hendak dipandang tjakap boeat toeroet tjampoer dalam oeroesan Pemerintah Negeri, wadjib mempersembahkan pekerdjaan-pekerdjaan jang njata, dan tiada hanja tinggal dalam keinginan sadja.

Maka menoerot pertimbangan Hamba, adalah mewoejoedkan satoe Barisan Pembela, djoega satoe pekerdjaan jang akan mewoejoedkan kemaoean jang betoel-betoel dan kelak tentoe akan mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Tertinggi.

Oleh karena itoe, maka Hamba sangat bermoehoen kehadapan Padoeka Jang Moelja, soedi apalah kiranja Padoeka kapada Hamba memberi kesempatan oentoek menjoesoen Barisan Pembela itoe, dibawah Pimpinan Balatentara Dai Nippon, jang soenggoeh-soenggoeh hendak toeroet membela dan mempertahankan kedoedoekan dan keselamatan Poelau Djawa dan Pendoedoeknja.

 

Teriring dengan segala hormat

Dari hamba

GATOT MANGKOEPRADJA.


Surat ini dipublikasikan di koran-koran dan radio pada masa pendudukan Jepang untuk membentuk Tentara Soekarela Pembela Tanah Air (PETA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s